Palu Bangkit Bersama Ottobock

Kali ini adalah cerita berbagi dari Ottobock terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam kegiatan ini juga dibantu oleh PT. Hasjrat Abadi, IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia), KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan), Perdosri (Perhimpunan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia) serta tim dari RSUD Undata.

Latar Belakang
Setelah terjadinya bencana gempa dan tsunami pada tanggal 28 september 2018, banyak sekali korban mulai dari anak kecil sampai dengan orang dewasa dan orang tua. Tidak hanya bangunan atau infrastruktur yang hancur berkeping-keping, tetapi juga tidak sedikit yang harus kehilangan bagian dari keluarga selama-lamanya. Alangkah pedih rasanya harus kehilangan keluarga yang selama ini selalu dekat dengan kita dan saling support satu sama lain.

Diluar itu banyak juga yang sedikit beruntung dengan kondisi masih hidup walaupun ada kekurangan pada anggota tubuh mereka. Setelah terdata dan juga tercatat ulang, ternyata banyak saudara-saudara kita yang mengalami cedera parah akibat bencana alam yang mereka alami. Mulai dari cacat yang masih bisa dibantu maupun cacat permanen yang membuat aktivitas mereka berkurang drastis.

Bantuan Dari Semua Pihak
Dari bencana yang menimpa mereka, tim peduli datang secara silih berganti. Kedatangan pertama dimulai pada 12 April 2019, 14 Mei 2019, 18 Juni 2019 dan yang terakhir pada 31 Juli 2019.

Setelah di data, ada sebanyak 14 orang yang memenuhi kriteria khusus untuk bantuan kaki palsu. Terdiri dari berbagai macam usia dan juga berbagai macam jenis amputasi, seperti amputasi dari lutut ke bawah maupun amputasi dari lutut ke atas.

Kedatangan Pertama
Pada kedatangan yang pertama tanggal 12 April 2019 di khususkan untuk dilakukan pengecekan keseluruhan terhadap kondisi fisik penerima kaki palsu. Mulai dari melihat tingkat keparahan jenis amputasi yang sudah dijalani, bentuk kaki, maupun kekuatan otot kaki. Pada kunjungan ini juga sudah mulai dilakukan pencetakan kaki bagi yang sudah bisa dilakukan pencetakan. Rentang usia yang ditangani mulai dari anak dibawah 10 tahun sampai pada usia lansia.

Kedatangan Kedua
Pada kedatangan yang kedua yaitu pada tanggal 14 Mei 2019 dilakukan beberapa aktivitas lanjutan seperti melakukan pengepasan socket dan sudah melakukan latihan berjalan. Pada pelatihan berjalan ini selalu ada tim kami yang mendampingi untuk melatih cara berjalan yang baik saat menggunakan kaki palsu. Disediakan parallel bar sebagai tumpuan tangan dengan tujuan memudahkan berjalan dan juga memberikan keamanan kepada pengguna.

Kedatangan Ketiga
Banyak tanggapan positif yang hadir dari mulut ke mulut dengan adanya program ini. Rasa haru dan juga senang juga menyelimuti diri orang-orang yang ada disana. Pada kehadiran selanjutnya yaitu pada 18 Juni 2019 dengan agenda melakukan pengepasan socket lanjutan serta latihan berjalan tahap kedua. Di periode ini semakin terlihat kemajuan berjalan dari para pengguna dengan terlihatnya cara berjalan yang semakin lancar. Yang sebelumnya masih ragu dan harus menggunakan bantuan tongkat saat berjalan, saat ini beberapa orang sudah mulai berani untuk melepas tongkat tersebut.

Kedatangan Keempat/terakhir
Kedatangan keempat pada 31 Juli 2019 untuk penyerahan kaki palsu kepada peserta yang sebelumnya sudah hadir dan mengikuti proses dari awal. Dalam sesi ini terlihat cara berjalan sudah sangat baik sekali.

Apa Kata Mereka
Dari beberapa penerima kaki palsu, kami mendapatkan banyak masukan yang sangat baik. Bisa menginspirasi kita semua dan bisa membuat tim Ottobock lebih baik lagi untuk membantu rekan yang lain yang memiliki masalah dalam mobilitasnya.

Salah satu yang memberi masukan adalah Ibu Darna. Pada saat itu, Ibu Darna mengalami kecelakaan terkena reruntuhan dinding-dinding di area kerjanya sehingga harus diamputasi. Ibu Darna mengucapkan sangat berterimakasih dan bersyukur atas adanya bantuan ini. Sempat juga bertanya-tanya di Palu mengenai kaki palsu, tetapi memang disana pada saat itu belum ada pembuatan kaki palsu, sehingga dengan adanya bantuan ini sangat membantu sekali. Sekarang Ibu Darna bisa melakukan mobilitas dengan lebih baik lagi. Walaupun kaki kirinya sudah tidak sempurna tetapi Ibu Darna memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa melakukan aktifitas-aktifitas lanjutan daripada hanya berdiam diri atau murung karena kondisinya.

Perjumpaan Bukan Berarti Perpisahan
Mungkin kita sering mendengar, setiap perjumpaan atau pertemuan pasti akan ada perpisahan. Memang tim Ottobock tidak bisa lama disana. Saat semuanya sudah selesai, para penerima kaki palsu sudah menyelesaikan program latihannya dan maka saat itulah tim harus undur diri. Tangis haru masih terdengar, tapi kami sangat senang bisa berguna dan membantu sesama yang membutuhkan.